Tuesday, December 27, 2005

where are you, brother....

Aku punya sahabat.lebih tepat disebut brother.yang hingga kini lost contact.Aku tak ingat lagi kapan terakhir kali berjumpa,mendengar suaranya bahkan sebaris sms.yang ku inggat, hari ini aku ingin menemukan jejaknya.bercerita, berbagi semangat, seperti dulu lagi.

Pernah suatu waktu kita dalam perjalanan luar kota bersama. Aku dari rumah bulek di Trenggalek dan dia dari rumah ayahnya di Blitar untuk mengabarkan skripsinya sudah rampung dan segera di wisuda.Sebelumnya kita janjian ketemu di Terminal bis Trenggalek untuk kemudian sama-sama ke Yogyakarta.Tapi waktu dia menelponku, entah mengapa katanya telp rumah tulalit.Dengan perasaan takut aku keberatan, akhirnya dia nyamperin aku di rumah.Bertemu dengan paklek dan bulekku.Karena sebelumnya belum pernah ada satu pun laki-laki datang ke rumahku, muncullah spekulasi di kalangan keluargaku bahwa dia pacarku.Karena kita sudah memperkirakan, ya...menanggapinya hanya dengan tersenyum.

Dalam bis kita banyak cerita. Tentang idealismenya dan cerita-ceritaku yang selalu dianggapnya lucu, tanpa tedeng aling-aling.Pernah dia bertanta ;
"ai, cita-citamu apa sih..?"
"aku pengen jadi orang kaya..."
"kenapa ?"
"biar anakku kelak tak perlu berdesak-desakan naek bis, kepanasan naik sepedah motor seperti ibunya."
Tanggapannya hanya tertawa.

Hari wisudanya aku datang.Dia lulusan terbaik universitas pada waktu itu.Dengan tubuhnya yang kurus dan kecil, mungkin akibat jadi anak kos, dia pidato mewakili mahasiswa lain depan podium.Aku turut merasa bangga.

Setahun dia berusaha mengisi job vacancy dalam iklan-iklan di media dengan bermap-map surat lamaran.Memang ada beberapa yang kecantol.Tapi idealismenya tidak nyantol.Pikirku dia pasti ingin bekerja di tempat yang sesuai dengan pendidikannya sebagai sarjana ilmu politik Hubungan Internasional.Tapi disaat itulah kita punya banyak waktu luang.Dia sering ke tempat kosku atau hanya menelpon untuk berbagi cerita.Pernah satu kali dia bercerita, dia merasa salah satu sahabat study club kita dan juga sahabat dekatku punya feeling terhadapnya.Yang menjadi masalah, perempuan itu bukan tipenya.Aku hanya tertawa dan menyarankan jika memang perasaan itu tidak berbalas, tak usah diberi harapan.Buktinya tidak ada yang terluka dan kita pun dengan perempuan itu tetap bersahabat.

Tibalah hari bahagia itu. Dia mengumumkan pada kami keberhasilannya menembus kerasnya persaingan masuk DEPARTEMEN LUAR NEGERI.Lamarannya kecantol, idealismenyapun nyantol.Dia satu-satunya yang lolos dari universitas swasta di Yogyakarta.Setelah diam-diam tanpa bercerita padaku mengikuti penyaringan dengan sistem gugur dan menegangkan dan menurut ceritanya diselipi kejadian-kejadian aneh selama beberapa bulan, akhirnya aku dan sahabat yang laen merelakan kepergiannya ke JAKARTA.Pada saat perpisahan dia bilang tak bisa lagi berjuang seperti kami mahasiswa laennya karena statusnya tak lagi dalam posisi netral.Dia juga bilang keberatannya meninggalkan kota Yogyakarta.

Sejak itu.
Sejak itu aku hanya mendengar ceritanya lewat telp atau mendapat kabar dari sahabat-sahabatnya yang masih di Yogya.Dia tau aku wisuda lewat telp.Dia tau aku putus dengan pacarku lewat telp.Dia tau aku punya pacar baru lagi yang notabene satu angkatan kuliah dengannya juga lewat telp.Sampai pada beberapa bulan kita tak pernah saling memberi kabar.

Suatu hari aku iseng menelponnya yang nomornya ku dapat dari sahabatnya (dia sering ganti nomor tanpa pemberitahuan). Dengan surprise, heboh dan rasa tak percaya, dia cerita akan menikah dalam waktu dekat.Tentu saja aku surprise.Wong sebelumnya aku tak pernah mendengar dia punya pacar.Dan sepertinya pernikahannya cepat, kilat,dan sederhana.Karena diadakan di Jakarta mengingat keluarganya ada di jawa timur dan kalau tidak salah calon istrinya pun dari luar Jakarta.Mungkin karena kesibukannya pada waktu itu seminggu penuh sebelum hari 'H' dia masih tugas di Kuala Lumpur dalam acara KTT ASEAN dan calon istrinya yang karyawan BPK.Sulit untuk mencari cuti pekerjaan.

Terakhir ku dengar, dia sudah menjadi seorang ayah dari jasamine (maaf kalo penulisannya salah). Seringnya mengganti nomor seluler dan pindah alamat tanpa pemberitahuan membuatku kehilangan jejak.

HARTYO HARKOMOYO S.IP,
Apa kabarmu saat ini ? Atau kau sudah di Rusia sesuai dengan impianmu bertugas disana ?

Facts Of Life

1. At least five people in this world love you so much they would die for you.
(hitung,hitung, sapa aja yang termasuk...)

2. At least 15 people in this world love you in some way
(ortu, sodara, suami, sahabat, ato mungkin ada yang punya 2 kekasih, 1 selingkuhan, 5 TTM....)

3. The only reason anyone would ever hate you is because they want to be just like you
(dia pengen punya sepatu vinci yang kamu beli di singapura kali....)

4. Your smile can bring happiness to anyone,even if they don't like you

5. Everynight, SOMEONE things about you before he or she goes to sleep
(TTM yang pengen jd kekasih kali...)

6. You are special and unique in your own way

7. When you make the biggest mistake ever, something good comes froom it.

8. When you think you have no chance at getting what you want, you probably won't get it.but, if you belive in your self, you probably sooner or later get it.

capek...

ugh..capek.
Bulan Desember yang benar2 melelahkan.

Tanggal 17 dan 18 Desember pernikahan abang (anak uwak) dengan anak anggota DPRD Sumatera Utara.Yang dua minggu sebelumnya didahului acara "menulak sereh"

Tanggal 19 Desember aku harus menempuh perjalanan 8 jam untuk memantau panen sawit di kebun.

Tanggal 23 Desember balik lagi menempuh 8 jam ke medan

Tanggal 24 Desember seharian di rumah nangnguda bantu2 ngiris cabe sampai menangis

Tanggal 25 Desember seharian juga pesta ngunduh mantu di tempat uwak.

Dan baru hari ini aku benar2 punya waktu luang dan memanjakan diri di depan internet.

ups..belum benar2 santai
Akhir bulan dan tahun aku harus balik lagi ke kebun untuk panen dan gajian karyawan.
2 januari 2006 hari yang penuh semangat.'hunting' tiket buat pulang kampung...!?!

Jadwal yang melelahkan...

Sunday, December 18, 2005

LIHAT KEBUNKU...PENUH DENGAN....

Besok aku ke kebun.Dengan jarak 500 km dari Medan ke Kab.Labuhan Batu,aku sudah terbiasa melakoninya selama hampir 2 tahun ini.Dan selama itu juga aku menjadi petani Kelapa Sawit.Profesi yang tak pernah terbayang sebelumnya.Tapi karena hasilnya yang menjanjikan, aku rela tinggal di dusun melewati jalan "off road", kondisi PLN misdam (gerimis padam),pasar tradisional yang berjarak 1 jam !,tak ada jaringan telp, apalagi warnet...! Itulah sebabnya hari ini aku memuaskan diri mendekam dalam bilik warnet yang pengap dan panas.

Labuhan Batu adalah kabupaten terbesar di Sumatera Utara yang memiliki lahan Kelapa Sawit.Dengan 22 kecamatan, Labuhan Batu sudah seyogyanya dimekarkan.Dan menurut isu politik, itu yang sedang dilakukan wakil rakyatnya. 15 km dari kota kecamatan Langga Payung dengan kondisi jalan goyang dombret, disitulah aku mencari sesuap nasi masa depan.

Awalnya aku stres menjalaninya.Kondisi jalan yang mustahil ku temukan di pulau jawa.Jika mati lampu atau mesin air lagi ngadat, aku harus mandi ke sungai depan kebun.Makan ikan asin jika persediaan makanan ludes dan pasar tradisional yang jauh.oh..sungguh tak bergizi...Belum lagi aku harus menyesuaikan diri dengan masyarakat sekitar.

Kebun yang bernama SITULANG (Siregar Batu Olang) kurang lebih ada 100 ha dengan umur tanaman kelapa sawit yang berbeda. 7 ha tanaman egrek berumur kurang lebih 20 tahun. 18 ha tanaman dodosan yang berumur 10 tahun. 10 ha tanaman buah pasir yang berumur kurang lebih 5 tahun.sisanya masih berumur 3 tahun dan mulai belajar berbuah.Karena umur yang berbeda, tak bisa dipanen secara serentak.Karena itu dibuat rotasi 10 hari sekali dipanen untuk yang 25 ha.Dalam sebulan ada 3 kali masa panen.Setiap tanggal 10,20 dan 30.
Itulah sebabnya mengapa setiap tanggal2 tersebut bisa dipastikan telp genggamku tulalit.

Biasanya aku paling lama dikebun dalam waktu sebulan.Belum bisa merasa betah dalam jangka waktu yang lama.Karena keramaian kota Medan selalu menggelayut di mata yang lelah hanya memandangi sawit dan sawit...Bahkan jika ada kepentingan di Medan,aku bisa pulang pergi 3 kali dalam sebulan.Sungguh perjalanan yang melelahkan dan mahal mengingat jarak yang harus ditempuh dan minyak mobil yang dihabiskan.Tapi untuk berpikir untuk menetap seterusnya di kebun rasanya menyesakkan dada.Karena itu aku rela hidup didua dunia berbeda.Ingin hidup di tahun 70-an, ada di kebun.Ingin hidup di tahun milenium, tinggal tancap ke medan.

Wednesday, December 14, 2005

LANGKAH BARU...

JULI 2004 ; Inilah pertama kali aku menginjakkan kaki di tanah sumatera.Kalau bukan karena mengikuti e-vol, sepertinya tak mungkin aku sampai disini.

Setelah akad nikah pada Mei 2004 di Trenggalek Jawa-Timur, kami dan orang tuaku berangkat ke SUMBAWA NTB tanah kelahiranku sekaligus tanah perantauan orang tuaku.kata bapakku waktu itu, "mungkin ini terakhir kalinya kamu pulang ke sana.."
Ibuku pada tahun 2005 akan pensiun menyusul bapakku yang satu tahun lebih dulu.Ada kemungkinan mereka akan kembali ke tanah leluhur dan tanah kelahiran mereka.Itulah mengapa kemungkinanku untuk berkunjung ke tanah kelahiranku semakin menipis.

Puas satu bulan disana (tidak lupa mampir di Lombok dan Bali), kami, orang tuaku, adik, beserta kakakku dan suami serta si kecil IZZAD berangkat ke Medan.Malam setelah kedatangan,kami disambut dengan acara makan ITTAK.Ini adalah makanan orang TAPANULI SELATAN (e-vol bermarga SIREGAR) yang hanya ada untuk acara adat menyambut pengantin perempuan dibawa ke rumah pengantin laki-laki.karena aku dan keluarga berdarah jawa dan hanya mengerti adat-istiadat orang jawa dan Sumbawa, maka kami mengikuti saja seluruh acara dengan manggut-manggut.

Disini kembali aku dan e-vol di pestakan dalam adat TAPANULI SELATAN.pagi-pagi kami di UPA-UPA.yang isinya nasehat-nasehat dari bapak-ibu, sepuh dalam keluarga dan tak lupa tetua adat.semua bicara satu persatu.aku dan e-vol sampai menangis saat ayah e-vol menasehati kami.dalam adat Tapsel,aku adalah pengganti ibunya(sempat ku perhatikan tamu lain juga menagis).untuk acara ini saja aku nyaris pingsan karena hampir tiga jam duduk dibawah padahal aku pake baju adat beserta BULANG yang beratnya hampir 2kg diatas kepala..!

Hanya bisa dihitung dengan jari tamu-tamu yang ku kenal.bahkan keluarga besar e-vol aku belum hapal.oleh karena itu,aku hanya senyum dan terusss senyum menyambut tamu.yang membuatku sedikit sumringah, ketika alm purn Letkol RAJAINAL SIREGAR (wafat sebagai korban dari pesawat MANDALA AIRLINES yang jatuh di padang bulan MEDAN)mantan gubernur SUMUT datang ke acara kami.karena kelelahan kami melarikan diri dari pelaminan (pesta diadakan dirumah).padahal tamu terus datang hingga pukul 20.00 WIB...!

Di Medan,kebanyakan orang jika mengadakan pesta perkawinan dilaksanakan di rumah.dengan alasan jika di gedung waktu dan tempat di batasi.belum lagi mereka harus mengadakan acara adat sehingga memakan waktu lama.belum lagi biaya sewa gedung yang selangit.di sini gedung yang bisa di sewa hanya ada di hotel dan tempat-tempat tertentu saja.tidak seperti di jawa yang banyak memiliki gedung-gedung seperti balai desa dst yang jika di sewa harganya dapat terjangkau.

E-vol anak sulung dan keluarganya keluarga besar.tidak ada orang TAPSEL yang memiliki keluarga sedikit.ditilik dari marga bisa kita ketahui mereka keluarga kita atau tidak.sementara relasi ayahnya yang pensiunan Bea dan Cukai juga cukup banyak.sehingga pesta itu tamu membludak.kami semua kelelahan.......

selama seminggu sesudah pesta,e-vol membawaku dan keluargaku jalan-jalan.1/4 SUMUT sudah kami lewati.mulai dari kab.serdang bedagai hingga kab.karo.jarak yang ditempuh kurang lebih 500 km.hampir satu hari.lelah sekaligus senang.

Aku dan e-vol akhirnya tiba pada hari mengantar keberangkatan bapak-ibu,adik dan kakakku beserta suaminya dan si kecil IZZAD kembali pulang.walau ku ikhlaskan kepergian mereka sebagai konsekwensiku menikah dengan orang jauh,walau sekeras mungkin ku tahan air mata, toh, air mataku meluap tak terbendung.

Jatayu terus mengudara menjauhkanku dari pelukan hangat keluargaku.walau sedih,ini pilihanku.
kini aku memiliki keluarga baru.

Sunday, December 11, 2005

"kenalkan..."

saya orang baru di sini.
itu pun karena baru kemarin sahabat saya unai yang mengenalkan blog.
karena pengetahuan saya tentang internet hanya sebatas pada,
bagaimana punya dan buka e-mail,chating ma tetangga sebelah, buka situs untuk alasan tugas waktu kuliah dulu, ato iseng buka situs porno walopun di monitor warnet tertulis
TIDAK MEMBUKA WEBSITE PORNO
melihat aurat yang bukan muhrim dosa hukumnya
Apalagi menjelang dua tahun menikah sebagai ibu rumah tangga menyebabkan semakin menjauhnnya kebiasaan ke warnet.Dan akibat lainnya keahlian lain tentang internet semakin sempit bahkan bisa di kategorikan gaptek.itulah mengapa blog saya terlihat biasa-biasa saja.bahkan untung saja bisa jadi.tapi yang paling saya syukuri dari diri saya yang gaptek, saya tidak pernah berhenti untuk terus belajar...
jadi, selamat datang di blog saya
semoga saya diterima dalam komunitas blogfam
dan menjadi sahabat untuk temen-temen semua